Karena memang kita dua sisi yang berdampingan. Sendiri, tapi berdua. Dua garis yang sengaja ditabrakkan kemudian diletakkan pada rel yang sama. Terkadang lucu bagaimana kita diam dan berharap pada yang lain agar bergerak, mengetuk, kemudian menjadi sebuah arah dimana harapan berpendar disekitarnya. Padahal pada kenyataanya, mungkin, kita sama-sama berdiri pada kutub negatif, menunggu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment