skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
auliannisa
Every child is special
View my complete profile

Archivo del blog

  • ► 2015 (2)
    • ► April (1)
    • ► January (1)
  • ▼ 2014 (5)
    • ▼ May (1)
      • May 24, 2014
    • ► April (2)
      • Honesty
      • Tumbuh
    • ► March (2)
      • Ibuk
      • chào đón~

Untukmu.

May 24, 2014

Monday, 26 May 2014

Ada secuil kisah yang ingin saya bagi di sini. Tentang saya dan Dia, tentang hati yang mudah sekali terbolak-balik dan cinta yang tak berujung. Iya, ini tentang semesta yang membungkus hadiah untuk saya yang sudah 21tahun merangkak menuju kematian. Rasanya? Bahagia tapi sedih.

Dan Ia datang melalui sebuah puisi. Tidak dengan kata-kata pujangga memang, tapi puisi 4 lembar itu adalah puisi terindah dari ketulusan seorang Ibu. Iya, ibu menulis sesuatu untuk saya selepas sholat malam bersama bapak. Saya terkadang lupa bahwa 'ibu' membingkai 'wanita' dan bapak membingkai 'pria'. Terlepas dari peran mereka sebagai pelindung, ibu sesungguhnya wanita yang romantis nan lembut dan bapak... em... yang selalu menahan air mata ketika saya memeluknya. Ketika asa kami bertemu, matalah yang menceritakan segalanya. Sungguh, saya harus banyak bersyukur masih bisa melihat, mendengar, merasakan, dan mencintai kalian.

Terima kasih karena telah memberi saya perhatian lebih pagi itu, yang terkasih. Ini benar-benar kado luar biasa jika menengok dunia yang saya huni beberapa bulan lalu. Seperti biasa, Ia memberikan apa yang saya butuhkan. Dan jika saatnya tiba, saya benar-benar ingin bertemu dengannya dengan keadaan yang terbaik.

:)

Posted by auliannisa at 06:20 0 comments  

Honesty

Friday, 25 April 2014

Sometimes being in relationship is kinda tiring. Kau HARUS memenuhi harapan orang yang 'mengontrak' dirinya kepadamu, at least they thought they were bounded to you. Dari beberapa cerita yang saya pernah dengar dan alami, sepertinya untuk membangun human relationship  yang JUJUR dari awal sampai akhir agak sulit. 

Lebih sulit lagi jika ia kurang mengerti bahwa kita sudah sekuat tenaga untuk mengatakan yang sebenarnya. Sesuatu seperti... 'ini yang aku rasakan terhadapmu dan sekali saja aku ingin kau mendengarku'. Tapi pada akhirnya menurut saya, diam adalah jalan terbaik. Karena untuk mengatakan yang pre-jujur saja sudah menyakitinya apalagi 'inti' dari jujur itu sendiri pasti lebih perih, bukan? Seperti batu dan air, panas dan dingin, mungkin semesta memang berjalan seperti ini. Tuhan maha adil.

Oyasuminasai~

Posted by auliannisa at 06:35 0 comments  

Tumbuh

Friday, 11 April 2014

Jumat barokah. Hari ini alhamdulillah bisa bertemu dengan beberapa teman yang telah cukup banyak menggoreskan tinta di lembaran saya. Awalnya hanya janjian makan salah satu menu yang hanya ada di mall itu sebenarnya, tapi dikarenakan lamanya pesanan pembicaraan kami menuju ke salah satu titik yang enggan sekali untuk diperdebatkan… politik -_-


Saya tak punya pilihan lain selain mendengarkan mereka berdebat karena, well, saya tak sepaham itu dengan politik ditambah lagi pemikiran saya selalu buntu jika menyentuh ranah itu. They had their own reason. Satunya golput, satunya memang agak concerned dengan beberapa partai dan tokoh. Bisa dibayangkan keadaan meja saat itu haha. Namun, ada satu hal yang sempat mampir di otak saya. Mereka… tumbuh. 

Iya, semua orang memang tumbuh physically. Tapi anda tentu tahu bukan itu yang saya maksudkan. Beberapa hari yang lalu saya memang sempat menyaksikan perubahan beberapa teman SMA yang tentunya, look so WOW. Oke, saya memang sedikit kepo. Baiklah. Kembali ke perubahan, they look different. Yang dulu jaman sekolah kutu kuper sekarang jadi aktif di organisasi, yang dulu sukanya bolos ke kantin saat jam pelajaran sekarang jadi penuh dengan ide kreatif, yang dulunya introvert jarang ngomong sekarang jadi stylish maksimal. Everyone grows, but me. Iya, saya benar-benar merasa terintimidasi karena yah bisa dikatakan waktu sekarang lebih banyak dihabiskan gulung-gulung di tempat tidur just like a pillow seakan masa produktif hanya di waktu SMA, astaghfirulloh -_-

Saya hanya takut segala pikiran yang saya bangun selama ini hanya ilusi belaka. Bahwa ada sisi lain yang tidak semua orang lihat dan paham, telah satu tingkat lebih tinggi kualitasnya dari dulu. Saya takut itu tak cukup. Iya, tidak cukup untuk membuat orang melihat saya sebagai seseorang yang berbeda dan qualified enough to be their ‘someone’. Kemudian saya mulai menyalahkan lingkungan dan… ah. 

Mereka. Iya, mereka. Mereka yang masih berkutat dengan ledekan jaman SMA tertawa dan bilang “Kamu, kayak aku kemarin deh. Desperate banget haha”. Then they said things I’ve never seen before. Beberapa hal yang mereka sebutkan -yang tak mungkin saya sebutkan di sini- cukup membuat saya tersenyum sore itu. Kau tahu, semua orang berubah, pun dirimu. 

Ada kemungkinan pikiranmu hanya sebuah delusi, tapi, setidaknya delusi itu menghasilkan sesuatu, bukan? Perubahan yang kau cari itu, tak akan kau temukan jawabannya sendiri. Bahkan, change is not something to be questioned and to be proven. Dia ada untuk dipupuk tiap harinya tanpa diukur seberapa jauh, panjang, dan berat untuk menjadi ‘king’.

Posted by auliannisa at 07:36 0 comments  

Ibuk

Friday, 21 March 2014

Jogja diguyur hujan tadi sore. Dingin memang, tapi ah, keluarga dan jarak apakah pernah sebanding? Ada di sana, di petak itu, tempat dimana saya tak mengenal kata titik terendah. Sampai sekarang pun tak habis rasa penasaran, saya sudah memberi apa sih sampai saya diperlakukan sebegini nyamannya? Sedih ya, terkadang orang terdekat malah justru terlihat paling jauh.

Adalah ibuk, sosok yang lagi lagi membawa air dariNya kepadaku. Memang minggu ini termasuk waktu yang sulit ketika berbagai pilihan telah dibukakan sedangkan saya masih blank, masih dalam timing titik-titik-titik ketika merespon pertanyaan 'kamu mau gimana?'. Sampai pada saatnya saya bertemu dengan beliau dan merenda kata demi kata mengenai berbagai kemungkinan jalan yang ada. Yang saya tekankan adalah, koneksi. Iya, saya sempat bertanya kepada beliau beberapa kerabat di luar sana yang pernah bertukar tawa. Saya melihat kemungkinan besar di sana. Dan beliau menjawab...

"Wah nggak pernah kepikiran email. Ibuk mana paham internet dan sebagainya".

Kecewa iya, jelas. Tapi kemudian beliau menambahkan...

"... Ibuk punya koneksi yang mengalahkan segalanya".

Iya. Tuhan. KepadaNya lah tak ada suatupun yang tak mungkin. Itulah. Inilah mengapa beliau menjadi ibu dan saya menjadi seorang anak. Saya masih terbuatakan duniawi dan mengejar teori jika berhubungan denganNya sedangkan beliau, ah. Terima kasih telah mendampingiku di persinggahan ini, ibu..

Posted by auliannisa at 07:24 0 comments  

chào đón~

Assalamu'alaikum wr, wb

Siapapun kamu, semoga tidak menyesal membaca tulisan ini :D
Begitulah, setelah berbagai macam wejangan atas-bawah yang diberikan, well, saya memulai dari awal lagi dan semoga ini yang terakhir sekaligus yang terbaik dari sini, dari hati. Menjaga niat memang tak mudah, tapi... jika hanya berdiam di sini, gerbang terakhir hanyalah sendiri, bukan? Kamu, yang telah memilih untuk datang ke sini, semoga lilin di sana itu... sampai ke hatimu :)

Wassalamu'alaikum, wr, wb

Posted by auliannisa at 06:39 0 comments  

Newer Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License

Creative Commons License