Jogja diguyur hujan tadi sore. Dingin memang, tapi ah, keluarga dan jarak apakah pernah sebanding? Ada di sana, di petak itu, tempat dimana saya tak mengenal kata titik terendah. Sampai sekarang pun tak habis rasa penasaran, saya sudah memberi apa sih sampai saya diperlakukan sebegini nyamannya? Sedih ya, terkadang orang terdekat malah justru terlihat paling jauh.
Adalah ibuk, sosok yang lagi lagi membawa air dariNya kepadaku. Memang minggu ini termasuk waktu yang sulit ketika berbagai pilihan telah dibukakan sedangkan saya masih blank, masih dalam timing titik-titik-titik ketika merespon pertanyaan 'kamu mau gimana?'. Sampai pada saatnya saya bertemu dengan beliau dan merenda kata demi kata mengenai berbagai kemungkinan jalan yang ada. Yang saya tekankan adalah, koneksi. Iya, saya sempat bertanya kepada beliau beberapa kerabat di luar sana yang pernah bertukar tawa. Saya melihat kemungkinan besar di sana. Dan beliau menjawab...
"Wah nggak pernah kepikiran email. Ibuk mana paham internet dan sebagainya".
Kecewa iya, jelas. Tapi kemudian beliau menambahkan...
"... Ibuk punya koneksi yang mengalahkan segalanya".
Iya. Tuhan. KepadaNya lah tak ada suatupun yang tak mungkin. Itulah. Inilah mengapa beliau menjadi ibu dan saya menjadi seorang anak. Saya masih terbuatakan duniawi dan mengejar teori jika berhubungan denganNya sedangkan beliau, ah. Terima kasih telah mendampingiku di persinggahan ini, ibu..
Ibuk
Friday, 21 March 2014
Posted by auliannisa at 07:24
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment